lima puluh delapan tahun sudah ia berdiri tuk menyaksikan.
menyaksikan awal hingga puncak, tangis dan tawa, keringat
dan kebanggaan. berulang-ulang selama berpuluh-puluh generasi. menyaksikan
siklus demi siklus, perubahan demi perubahan. menyaksikan pejuang-pejuang
tangguh yang berjalan cepat di sepanjang koridornya. pun melingkar,
berstrategi, dan berbagi tawa di setiap sudutnya. menyaksikan setiap kepanikan
dan debaran hati, pelukan dan bisikan "semangat" hingga
"selamat". menyaksikan mereka (yang beruntung untuk mendapat tiga
tahun berharga berproses di tempat ini) menemukan jati diri dan mengukir cita.
menghantarkan setiap hati yang terlepas dari kewajiban memakai putih abuabu
siap untuk terjun ke dunia, menjadi orang di bidangnya masing-masing.
orang-orang yang membawa perubahan bagi ibu pertiwi yang semakin menangis.
manusia-manusia ikhlas pengemban amanah, bukan budak harta yang tidak ambil pusing
soal ribuan keluarga yang meratap memohon di bawah kakinya.
selamat ulang tahun smalaku. tetaplah menjadi dinding yang
mendengar dan melihat dalam diammu. tetaplah menjadi atap yang menaungi
perjuangan para calon pemimpin peradaban. tetaplah menjadi rumah untuk kami
pulang.
No comments:
Post a Comment