Monday, June 15, 2015

+1

Registrasi
Nggak tahu apa-apa tentang program ini. Pure coba-coba. Daftar dengan tekad “Gausah ngoyo. Kalau yang terbaik berangkat, pasti diberangkatkan." “Undian 50ribuan, iseng-iseng berhadiah”- Papa.

Tahap 1
Nggak belajar blas buat tesnya. Bener-bener lepas tangan. Ada sekitar 500-700 peserta yang ikut. Tes IPUnya suwusah. Pikiranku nggak di tesnya, malah ke sebuah tugas kepanitiaan yang harus terselesaikan esok harinya. Habis tes langsung lupa sama program ini.


Beberapa minggu kemudian ada teman yang nanya via line “Gimana AFS-mu?”
Lah aku aja nggak tahu hasilnya udah keluar. Sangat hopeless. Pas ngecek, ada nomor 0293 di antara 180 nomor yang lolos. Yasuda I’m back on track. Dijalani saja.
Cari surat rekomendasi last-minute banget. Baru kelar J-12 seleksi tahap 2.


Tahap 2
Tes wawancara. Still no preparation, like at all. Masuk ruangan suantai. Ditanya-tanyain juri juga jawab seadanya. Ada sedikit hawa pressing dari juri, tapi idk. I was so laid back and chillin, but still the one dominated the talk in the room. Seriously thinking bisa sesantai itu karena udah banyak kali ikut oprec (dan banyak kali ditolak juga).

Went home with no burden at all.

Satu minggu kemudian SKDJ sudah diupdate ke twitter. Ada nomorku bersama 55 nomor lainnya.

Tahap 3
Jam 6 sudah di Indrapura. Salah dresscode (malu).
Outbond, case solving+presentation session, pressing, reflection, parents session, and else and else.
Selesai kira-kira jam 18.30.
Made some friends.


Truth is, I wouldn’t hurt, push, or get in anyone’s way just to get pass this. I don’t intend to be a different person, lost my views on life, be heartless, just to meet their quota, be a person they deemed fit for this program. Allah will make the cut. If it’s meant to be, it will be. The important thing is I’ve run this far – on my own term. I’ve had amazing experience, I met many people with different points of view (some of which are totally unique), I am able to take lessons from my journey. Thankyou for giving me the chance to be a part of this community. I’m grateful for itJ

Friday, June 12, 2015

Satu Dua Tiga

Dia memang temanku. Selama ini kami selalu ada dalam lingkaran yang sama, membicarakan hal yang sama, tertawa pada hal yang sama. Tapi kurasa hubungan kami secara personal tidak dekat. Tahulah, dalam sebuah perkumpulan pasti ada seseorang yang lebih dekat dengan kita, ada pula yang paling jauh. Dia merupakan yang paling jauh dari terdekatku. Kalau jalan 2-2, kami tidak pernah pada langkah yang sama. Kami hampir tidak memiliki kesaamaan, jadi kadang bingung juga apa yang harus dibicarakan. Kupikir ini hubungan terdekat yang bisa terjalin di antara kami.

Oh boy am I wrong.

Ternyata masih banyak cerita yang belum kudengar tentang dirinya. Ternyata selama ini masih salah menilai. Ternyata kami punya cukup banyak kesamaan.

Senang rasanya bisa akrab dengan ketiganya without holding anything back anymore.

Terimakasih ya dua harinya. Berniat bolos tapi untung nggak jadi. Super worth it. Deep talknya mengena. Feels like I have found another missing piece of my life<3 more than anything, it’s a friend.


...And one of the happiest moments of my life
Was a picture of four of us hugging at the end of the day
That hug, right there, was a moment I want to freeze forever
Because I know things will change
You will change
I will change
We - sooner or later - will grow up in different directions
We will walk on different paths
Just like everybody else.

Monday, June 8, 2015

Behind The Scene

Seorang aktor utama adalah seorang bintang, sebuah aset, dan merupakan spotlight utama dari sebuah pertunjukan. Aktor adalah penggerak dan merupakan center dari film yang dibawanya – begitu di mata sebagian besar orang. Mereka adalah idola yang dipuji-puji dan dihafalkan biodatanya oleh masyarakat, sehingga nama mereka diingat sejarah dalam waktu yang lama.

Tetapi tahukah kita bahwa di balik mereka yang berkemampuan mahir dalam berakting, yang selama ini kita bangga-banggakan, terdapat unsur-unsur hebat lainnya yang membawa film tersebut? Mereka-mereka yang namanya hanya muncul di awal film dan muncul lagi di saat roll credit disertai soundtrack penutup film. Mereka yang sama sekali tidak mendapat perhatian kita. Producer, casting, figuran, tata panggung, kameramen, dan masih banyak lagi.

Sebuah kesatuan memiliki komposisi dengan takarannya sendiri. Apabila kesatuan ini dapat berjalan, dapat kita simpulkan semua bagiannya juga berjalan. Sebuah motor memang sangat penting, tetapi bagian lain juga sama pentingnya.

Kesalahan dari masyarakat bukanlah karena mereka mengapresiasi seorang motor secara berlebihan(overrated), toh memang pekerjaan sebuah motor itu keras dan sangat berarti untuk kesatuan. Semua apresiasi yang mereka dapat juga merupakan buah dari kerja keras mereka yang layak mereka dapatkan. Kesalahan masyarakat terletak pada kekurangterbukaan pikiran mereka bahwa selain orang-orang yang berada di bawah sorotan spotlight, terdapat orang lain yang mengangkat mereka dan mensukseskan pertunjukan. Boleh jadi mereka hanya sebatas peran pembantu, tetapi usaha yang mereka berikan siapa yang tahu. Mereka sama-sama berjuang dengan keras, sama-sama meneteskan keringat dengan jumlah yang sama, tetapi tidak mendapat setengah dari bayaran dan apresiasi para bintang. Tidak apa, karena mereka ikhlas melakukan semuanya.

Tidak apa nama mereka hanya terpampang di layar selama tiga detik.
Tidak apa bayaran dan ketenaran mereka tidak sebanding dengan usaha yang dikeluarkan.
Tidak apa tidak mendapatkan apresiasi yang layak mereka dapatkan.
Tidak apa, rezeki orang memang berbeda-beda.

Tetapi tolong jangan katakan
“Buat apa kamu di sini, ragamu hadir di sini, kalau tidak membantu mereka?”
Karena jujur saja rasanya sakit, mengerti bahwa kita sudah berusaha sangat keras – tanpa mengharap nama – tetapi masih saja tidak dipercaya oleh orang lain, tidak mendapatkan sedikitpun recognition atas perjuangan kita. Perjuangan yang mungkin saja merupakan sebuah kunci dari keberhasilan bersama yang tidak terlihat orang lain.

Pernahkah kamu jadi berpikir, bagaimana jika posisi berjuangku tidak di sini, tapi di sana? Di tempat yang lebih terlihat dan mudah diraih orang banyak. Di mana kamu tidak akan merasa selelah ini, tapi mendapat pandangan yang lebih baik, mendapatkan rumah yang lebih layak. Mendapat sebersit perasaan bangga dan tidak merasa serendah penghambat.

Cause honestly – is there anything worse than giving your all and treated as if you give none just because your work is not the work they wish to see? 
.
.
.
.
.
.
.
.
Tapi memang siapa yang menentukan ranah juangku kalau bukan... aku sendiri?

Jadi salah siapa?


Saturday, May 30, 2015

A Tribute to The Remarkable "Benjamin Button"

Okeoke, I need to vent out real quick.

Barusan menyaksikan sebuah masterpiece, a-one-of-a-kind movie yang yaampun bikin bahagia banget nemunya – dan sedikit menyesal ga nonton lebih awal padahal it has been around for a while. Truly rich and deep. Satu dari sedikit film yang bukan cuma “entartainment”, tetapi makanan untuk jiwa. During and after the movie I reflected much (more) on life, on birth, death, and love.

The Curious Case of Benjamin Button
Born under unusual circumstances, Benjamin Button (Brad Pitt) springs into being as an elderly man in a New Orleans nursing home and ages in reverse. Twelve years after his birth, he meets Daisy, a child who flickers in and out of his life as she grows up to be a dancer (Cate Blanchett). Though he has all sorts of unusual adventures over the course of his life, it is his relationship with Daisy, and the hope that they will come together at the right time, that drives Benjamin forward.
Yak there the story goes, but it’s really more than that. The beauty of it can not be put into words. I strongly recommend it to all of you, deep thinker, life-reflector, night-owl kind of people. Go watch this precious gem immediately and find your thoughts dwell with it afterwards.

Thanks to David Fincher who directed the movie super beautifully. Soundtracknya menyatu dengan sempurna sama ceritanya, plotnya move quickly, character developmentnya peel perfectly, idenya original dan out of the box. Cukup detail juga, at least lebih detail dari most movies yang sedang beredar, walaupun masih jauh di bawah Amelie (the queen of detailed-little-things yang sangat top-notch). Durasi hampir 3 jam nggak kerasa, malah masih pengen lebih.

Sukses membombardir “hari nangis-nangis”ku. Maafkan Bu Risma, Bu Pudji, dan warga Surabaya besok kalau nemuin salah satu "personil" di aubade paduan suaranya berkantongmata bengkak saat membawakan lagu Jembatan Merah. Salahkan Mr. David, Brad Pitt, Cate Blanchett, atau siapapun yang terlibat dalam pembuatan film ini.

I honestly don’t remember crying this hard after watching a movie since Million Dollar Baby... or maybe Dancer in the Dark.. Or even Soul Surfer. Anyway, this is the kind of movie that stays with you, the kind that you will remember for a long time.









Wednesday, May 27, 2015

A heart worth training for

I want to be courageous, to live life to the fullest, to not be afraid of the world. I don't wanna be vain and stuck in my little comfort zones. I want to explore, to experience life, to be strong and overcome life as it is.
In contrast, I don't wanna be "hard", a person who has no feeling. I value an act of kindness, an act of love, an act of humanity above anything else. I want to be passionate. I want to help people around me, I want to do good to them. Bring lives to others as they bring life into me. Collect precious moments as I walk through this short life.

I guess what I'm trying to say is
I train my heart to be a soldier, but not cold like a stone.
I train my heart to be a fighter, but never bring any harm or grief to others.
I want my heart to be strong, but not hard.
I want my heart to be soft, but not fragile.
To bear heartaches with open heart in order to grow.
To be able to take harsh words, criticism, and explosion
but never - not once - do a thing to hurt others.
-infx
sudden bemo thoughts-

Wednesday, May 20, 2015

Uninvited Morning Thoughts

Pertama kalinya absen sekolah selama di Smala. Sudah hari kedua.

H-5 UAS. Rasanya sudah lama sekali ya tidak menyentuh buku. Maaf ya Ma Pa, pelajaran sekolah semakin terbengkalai. InsyaAllah akan dibenahi dalam waktu dekat.

Kepalaku ringan sekali rasanya, seperti berputar terus. Sakit di sekitar alis waktu mata melirik kanan-kiri-atas-bawah. Suhu badan 39derajat. Meriang, kalau dibuat jalan rasanya kayak lagi gempa.

“Berlibur” di rumah rasanya lumayan enak. Bisa jauh dari keramaian sejenak, cuti dari sekolah (dan tekanannya), otak tidak harus memikirkan orang lain dan pandangan mereka terhadapku setiap saat.

Tapi berlibur di rumah tidak bisa meredam suara pikiran-pikiran nakal di kepala. Ternyata berada di dalam kamar, sendirian, tanpa melakukan apa-apa itu bahaya. Suara-suara kecil tumbuh semakin keras dan menguasai diri. Rasanya lebih seperti bisikan iblis. Dan suara malaikat. Dan pemikiran karakter film favoritku. Dan kutipan-kutipan novel. Dan cetusan seseorang dalam mimpiku tadi malam. Dan suara temanku. Dan suara “teman”ku.

Biasanya nggak gini. Biasanya sendiri itu menentramkan, recharging.

Efek demam memang kuat sekali ya. Waktu TK selalu mengigau, meracau sambil menangis setiap kali demam. Hingga sekarang tidak jauh berbeda rupanya.

Yasudah kembali tidur saja. Semoga pikiran lebih tenang, lebih nggak jahat sama tuannya.

Monday, September 7, 2009

Selamat jalan Rega

Umur kita sebaya, 10 tahun. Kamu ceria dan suka tertawa. Suka bersepeda depan rumahku. Kamu pintar, aku dengar selalu ranking bagus di kelas. Seminggu yang lalu kamu sakit, tapi tetap tidak mau absen tarawih. Tidak pernah bolos tadarus, dan selalu mencoba berpuasa. Ketika sakitmu makin parah dan harus dirawat di rumah sakit kamu masih memikirkan ulangan, tarawih dan mengaji. Ketika trombosit di tubuhmu makin menipis kamu masih mencoba tersenyum. 

Begitu cepat, kata dokter bahkan tidak melalui fase koma. Kamu meninggalkan kami semua dengan tenang... Di bulan yang suci... Di malam turunnya kitab suci... Dengan diiringi tangisan guru, orang tua dan teman-temanmu.... Juga doa semua orang yang menyayangimu... 

Selamat jalan dan beristirahat dengan tenang, sahabatk Rega... Surabaya 18 Ramadhan 1430 H